Suatu sore pada Rabu, 9 Rabiul Awwal 1428H (28 Maret 2007) angin berdesir lirih. Lembut membelai dedahan pepohonan yang bersiap istirah bersama malam. Syahdu berayun sejenak sebelum menutup hari dengan khusyu doa syukur atas nikmat Tuhan yang tercurah. Tak ada yang lebih mulia, kecuali Tuhan yang Maha Segalanya, yang dengan segala kasihnya, yakin menitipkan amanahnya bagi kami yang papa. Seorang anak cantik yang dengan sepenuh doa kami beri nama "Desirangin Dedahan Maulia".
Wednesday, September 10, 2008
Balada kereta belanja wisata..
Boleh jadi budaya belanja telah dianggap sebagai candu yang menjerumuskan kehidupan manusia. Kemunculan pasar-pasar modern seperti mal-mal, supermarket, plaza dan tempat belanja megah lainnya dikhawatirkan menciptakan orang-orang yang terjebak pada budaya yang tidak produktif. Menciptakan manusia-manusia yang konsumeristis yang lebih keren lagi disebut dengan istilah shopaholic. Manusia-manusia yang kecanduan aktivitas belanja tanpa mempertimbangkan lagi apa saja yang sebenarnya dibutuhkannya. Terperosok dalam aktivitas penghambur-hamburan dana sehingga kesulitan mencari biaya dengan segala cara.
Untungnya ini Indonesia...
Tak semua mesin pemikat belanja bisa berfungsi sesuai rencana. Pasar-pasar modern yang mempesona, tak selalu bisa merangsang hasrat untuk menghamburkan dana yang dipunya. Banyak yang menjadikannya sekedar tempat wisata. Tempat menarik untuk bersukaria, bahkan tanpa harus mengeluarkan biaya. Cukup melihat-lihat barang-barang yang dipajang, sesuka yang kita bisa. Tak perlu beli apapun... cukup melihat-lihat. Siapa tahu banyak ide kreatif untuk wira usaha justru muncul dari sana. Hehehe.... merek-merek terkenal yang ada, selalu bisa dibuat versi palsunya...
Apalagi sekarang banyak disediakan kereta belanja. Fasilitas murah meriah yang bisa dijadikan mainan anak-anak kita. Bisa dipakai mobil-mobilan, kereta-keretaan atau apapun yang anak-anak kita suka. Dan yang penting... Sekali lagi... tak perlu harus belanja. Mari budayakan wisata belanja. Bersukaria di tempat belanja tanpa harus berbelanja. Tak ada yang bisa mencela, karena ini adalah Indonesia...
ILU Indonesia!!! Negeri yang kucinta....
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment